Mengurus Penghapusan Roya Sertipikat Tanah

Jika kita sudah lunas atau sudah melakukan pelunasan pada KPR nantinya bank akan memberi kita : sertipikat tanah, sertipikat hak tanggungan dan juga selembar surat roya. Nah roya ini sebagai bukti kalo kita sudah bebas dari beban hutang (KPR).

Mengapa perlu dilakukan penghapusan? Karena hak tanggungan tersebut masih atas nama bank (KPR) sehingga perlu dilakukan penghapusan hak tanggungan pada sertipikat tanah karena sudah bukan lagi menjadi tanggungan bank lagi (sudah lunas KPR) dan nantinya di sertikat yang aktif adalah nama kita  (nama bank akan di coret).

Oh ya untuk sertifikat yang saya pegang sebenarnya sudah dari tahun 2018 (lunas KPR), tetapi baru saya urus sekarang untuk penghapusan roya-nya. Karena dulu saya anggap mengurusnya ribet dan lama dan juga belum perlu tetapi setelah saya sampai di kantor BPN ternyata malah sebaliknya, cukup 1 hari prosesnya, hehehe.

Nah supaya nanti kita datang hanya sekali saja tidak perlu bolak-balik, perlu kita siapkan dokumen-dokumen yang perlu dibawa :

  • Sertipikat tanah asli
  • Sertipikat hak tanggungan asli
  • Fotocopy KTP dan KK
  • KTP asli (ditunjukkan untuk ambil sertipikat)
  • Surat Roya asli (dari bank)
  • Formulir permohonan (nanti di beri saat di kantor BPN dan diisi)
  • Biaya Rp.50.000¬†(biaya resmi)

Nantinya surat roya dan sertipikat hak tanggungan akan ditarik oleh BPN, yang diserahkan ke kita adalah sertifikat tanah dengan nama bank yang sudah dilakukan pencoretan.

Oh ya karena prosesnya tidak ribet, diurus sendiri saja ya tidak perlu orang lain dan datangnya usahakan pagi ya supaya tidak kehabisan antrian layanan (antrian dibatasi) dan supaya jadi saat hari itu juga (bukan besoknya).

Bagi yang wilayahnya di kota Malang, kantor BPN ada di sebelahnya taman Velodrom (daerah Sawojajar) atau bisa dilihat pada Google Maps.

Leave a Reply

Your email address will not be published.