Rapat dan Lurusnya Shaf Shalat Berjamaah

Kemarin sore ketika saya menghadiri pengajian di salah satu Masjid yang ada di Malang ada sesuatu yang membuat saya agak bingung. Ketika itu saya datang terlambat karena sekitar sepuluh menit sebelum adzan maghrib saya baru pulang dari kantor sehingga sampai disana Imam sudah selesai membaca Surat Al-Fatikhah menuju ke bacaan Surat pendek, ketika itu ada beberapa seseorang yang sibuk merapikan dan mengatur barisan shaf Sholat (berjamaah) sedangkan pada waktu bersamaan sholat sedang berlangsung.

Setelah sholat maghrib selesai sempat bertanya2 dalam hati “orang-orang tadi sebernya sedang apa ya, sholat sedang berlangsung kok bukannya ikut dalam barisan sholat tetapi malah sibuk mengatur barisan orang-orang yang akan sholat”. Pertanyaan dalam hati saya itu sementara saya simpan dahulu, karena saya harus menyimak dan mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz.

Setelah pengajian selesai dan sebelum shola Isya’ dimulai, Imam berbicara dengan menghadap ke jamaah. Imam mengucapkan kurang lebih seperti ini “Rapatkan shaf dan luruskan karena salah satu keutamaan dalam shalat adalah rapat dan lurusnya shaf, bagi para jamaah akan ada panitia dari masjid ini yang akan merapikan dan meluruskan shaf para jamaah sekalian”. Imam memulai sholat dengan menunggu sampai petugas-petugas tersebut selesai mengatur shaf para jamaah. Nah ternyata orang-orang yang waktu sholat maghrib tadi sibuk mengatur barisan shaf ternyata memang panitia dari masjid tersebut yang ditugaskan khusus untuk merapikan dan meluruskan shaf para jamaah. Otomatis sudah terjawab kebingungan dan pertanyaan saya :-). Oh ya mungkin aktivitas tersebut sudah berlangsung lama, karena saya sudah hampir 1 bulan dalam artian tidak menghadiri 4 kali pertemuan ke pengajian tersebut, pengajian ini rutin dilaksanakan setiap hari senin.

Sangat bagus sekali apa yang dilakukan oleh panitia atau takmir dari masjid tersebut, sering sekali kita melihat ketika sholat berjamaah di masjid barisan shaf tidak lurus dan bahkan tidak rapat atau renggang. Jarak antar jamaah karena saking renggangnya bahkan bisa diisi oleh satu jamah lagi. Padahal Nabi kita Nabi Muhammad mencontohkan dalam sholatnya untuk saling merapatkan kaki jamaah satu dengan kaki jamaah lain, bahu jamaah satu dengan bahu jamaah lain sehingga barisan shaf tersebut benar-benar rapat dan juga meluruskan barisan. Karena hal ini merupakan salah satu keutamaan dalam sholat. Atau bahkan ketika Imam menghadap ke jamaah dan mengucapkan “Rapatkan shaf dan luruskan” para jamaah masih saja dengan renggangnya masuk dalam shaf dan tidak meluruskan barisannya, kalo ada yang seperti ini entah jamaahnya tidak mengerti yang diucapkan imam atau memang tidak mendengar :-), kalo seperti itu bagian kekurangan terletak pada jamaah. Ada juga yg kekurangan terletak pada imamnya, imam benar mengucapkan “Rapatkan shaf dan luruskan” tetapi dengan tidak menghadap atau melihat para jamaah dibelakangnya apakah sudah rapat dan lurus atau belum tetapi imam setelah mengucapkan kata-kata tersebut langsung melakukan takbir untuk sholat, jadi apa yang diucapkan hanya sebagai ucapan saja.

Nah jika anda sholat berjamaah di masjid ketika imam mengucapkan “Rapatkan shaf dan luruskan” rapatkanlah diri anda ke samping kiri dan kanan jamaah lain dengan kaki dan bahu anda dekat dengan kaki dan bahu jamaah yang ada di samping kiri dan kanan anda 🙂

One Thought on “Rapat dan Lurusnya Shaf Shalat Berjamaah

  1. Faiz An-Nuur on 3 July 2013 at 10:28 said:

    bermanfaat sekali, jazakallohu khoiron

Tambahkan Komentar

Post Navigation