LOCAL AREA NETWORK (LAN)

I.  DEFINISI


Definisi Local Area Network menurut IEEE adalah :

“… Suatu sistem komunikasi data yang mengijinkan sejumlah peralatan yang masing-masing berdiri sendiri (independent) untuk berkomunikasi secara langsung satu dengan yang lain, di dalam suatu area geografis berukuran sedang (moderate) dan melalui jalur komunikasi fisik dengan kecepatan transfer sedang juga.”

BACA JUGA :
INTRODUCTION TO NETWORK
MEDIA TRANSMISI
NETWORK TOPOLOGY

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam definisi di atas adalah :

  • LAN mengijinkan sejumlah peralatan yang masing-masing berdiri sendiri (independent) untuk berkomunikasi secara langsung satu dengan yang lain. Ini berarti LAN mendukung komunikasi dari banyak ke  banyak (many to many communication).
  • Komunikasi berlangsung dalam satu area geografis berukuran sedang. Biasanya LAN mencakup satu gedung atau beberapa gedung yang saling berdekatan.
  • Komunikasi berlangsung melalui suatu jalur komunikasi fisik. Dalam LAN peralatan dihubungkan satu dengan yang lain melalui media  fisik yaitu kabel atau media fisik lain yang dedicate maupun private. Hal ini berbeda dengan WAN yang menggunakan fasilitas telekomunikasi ataupun teknologi switching yang digunakan secara public.
  • Jalur komunikasi LAN mendukung transfer data dengan kecepatan sedang. Menurut CCITT batasan kecepatan sedang adalah antara 1 s/d 16 Mbps.

II.     KOMPUTASI CLIENT-SERVER


LAN adalah merupakan implementasi dari suatu lingkungan komputasi Client Server. Di dalam paradigma Client-Server, komponen aplikasi dibagi menjadi dua bagian yaitu :

  • Client
    Adalah komponen aplikasi yang membutuhkan pelayanan.
  • Server
    Adalah komponen aplikasi yang menyediakan pelayanan.

BACA JUGA :
INTRODUCTION TO NETWORK
MEDIA TRANSMISI
NETWORK TOPOLOGY

Dalam suatu jaringan LAN terjadi pengiriman informasi bolak-balik antara Client-Server.

Paradigma  Client-Server memperkenankan adanya beberapa jenis server, antara lain :

  • File Server : menyediakan pelayanan untuk mengelola dan mengakses file.
  • Print Server : menyediakan pelayanan pencetakan data.
  • Database Server : menyediakan pelayanan database.
  • Communication Server : menyediakan akses ke modem ataupun fasilitas komunikasi lain yang melengkapi sistem jaringan dengan suatu kemampuan mengakses komunikasi keluar jaringan.
  • Application Server : menyediakan akses ke suatu aplikasi, sehingga aplikasi dapat didistribusikan antara lebih dari satu sistem komputer.

Dengan kemajuan teknologi jaringan internet, dikenal juga jenis-jenis server yang berfungsi untuk melayani aplikasi-aplikasi berbasis internet seperti : WEB Server, Mail Server, FTP Server dll.

III.   KOMPONEN-KOMPONEN LAN


LAN diimplementasikan dengan mengkombinasikan komponen hardware dan software. Komponen-komponen yang digunakan antara lain :

– Computing Device

Suatu LAN selalu menggunakan peralatan komputasi general purpose yang terhubung satu dengan yang lain, misalnya Personal Computer (PC) ataupun Workstation. Peralatan komputasi tersebut bisa sama jenisnya atau bisa juga berbeda. Peralatan komputasi special purpose seperti intelligent printer, dan peralatan-peralatan untuk menghubungkan antar LAN juga dapat langsung dihubungkan secara  langsung ke LAN.

Diantara computing device adalah :

  • Hub : sebuah perangkat yang menyediakan suatu jalur fisik bagi sebuah sinyal, untuk menyeberang dari satu kabel ke kabel berikutnya. Hub berfungsi sebagai penguat sinyal (repeater) dengan banyak port, tanpa menimbulkan sedikitpun perubahan pada sinyal tersebut.
  • Bridge : berbeda dengan Hub, bridge melakukan pemeriksaan terhadap data yang datang, dan membuat keputusan apakah data tersebut boleh dilewatkan ke jaringan sebelahnya atau tidak. Pada ethernet, keputusan keputusan ini berdasarkan alamat MAC sedangkan pada Token Ring, berdasarkan nomor cincin.
  • Switch : merupakan Bridge dengan banyak port (12, 24,…), perbedaan lainya adalah; switch dapat menangani beberapa sambungan sekaligus pada saat yang bersamaan, sebuah switch dapat mengirim dan menerima frame-frame secara bersamaan (Full-Duplex), dan memungkinkan masing-masing port “berbicara” dengan setiap port lainya di switch yang sama. Switch bukan merupakan standarisasi teknologi manapun, akan tetapi merupakan hak milik eksklusif dari produsen switch yang bersangkutan.
  • Router : berperan sebagai “garis perbatasan” diantara domain-domain yang berbeda, seperti pada switch dan bridge router dapat membaca dan memproses header pada lapisan 2, router juga dapat memproses informasi pada lapisan 3 seperti misalnya header TCP/IP dan IPX.

– Networking Interface Card (NIC)

NIC dipasang pada setiap peralatan komputasi (computing device) agar peralatan tersebut dapat dihubungkan secara langsung ke LAN. NIC kadang-kadang disebut Network Adapter atau LAN Adapter. NIC menyediakan fungsi-fungsi hardware yang dibutuhkan oleh peralatan untuk komunikasi secara fisik. Di dalam beberapa peralatan yang memang sudah dirancang untuk jaringan tertentu, maka fungsi-fungsi NIC telah tercakup (build in) didalamnya.

– Cabling System

Sistem pengkabelan LAN digunakan untuk menghubungkan antar NIC yang terpasang pada peralatan komputasi. Ada berbagai macam jenis kabel yang dapat digunakan untuk implementasi LAN, mulai dari kabel elektrik sampai dengan kabel serat optik. Sistem pengkabelan ini termasuk juga unit-unit penyambung (connector) untuk menghubungkan kabel dengan peralatan lainnya. Dalam beberapa kasus, sistem pengkabelan diganti dengan sistem komunikasi tanpa kabel (wireless communication), seperti radio, gelombang micro, ataupun infra merah.

– Access Units/Concentrator

Berapa implementasi LAN seringkali menggunakan peralatan lain yang disebut Access Unit, Concentrator atau Hub. Peralatan ini dapat dihubungkan ke sistem pengkabelan LAN melalui suatu titik terpusat. Kegunaan dari peralatan ini adalah untuk menyederhanakan instalasi maupun pemeliharaan jaringan.

– Network Software

Jika NIC melakukan fungsi-fungsi low level yang menyebabkan komunikasi fisik dapat dilakukan, maka fungsi-fungsi hight level ditangani oleh software network. Produk-produk software yang menyediakan fasilitas-fasilitas untuk end user sering disebut sebagai Network Operating System (NOS). NOS melengkapi sistem–sistem komputer konvensional dengan fasilitas-fasilitas jaringan seperti remote file, printer access dll.

BACA JUGA :
INTRODUCTION TO NETWORK
MEDIA TRANSMISI
NETWORK TOPOLOGY

Tambahkan Komentar

Post Navigation