Kartu Kredit Bisa Menjadi Penyelamat

kartu kredit

Dalam hidup, kita tidak bisa memprediksi yang akan terjadi. Kadang susah, kadang senang. Dimana apapun yang terjadi dapat berdampak pada arus keuangan kita. Ada kalanya tiba-tiba kita harus membayar sejumlah pengeluaran yang tidak direncanakan sebelumnya. Apabila mempunyai tabungan, hal ini tidak menjadi masalah. Bagaimana jika tidak? Maka jangan salah, kartu kredit dapat menjadi alternative penyelesaian.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Merupakan peribahasa yang sangat sesuai untuk menggambarkan kejadian jika tanpa disangka-sangka, misalnya seseorang mendapatkan kecelakaan. Tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk berobat ke rumah sikit. Ketika tidak mempunyai uang tunai maupun tabungan, maka bagi pemilik kartu kredit saat itulah kartu kredit bagaikan dewi fortuna. Karena dapat membantu ketika dibutuhkan. Namun demikian, tetap ada orang yang memilih menggunakan kartu kredit untuk membayar biaya yang telah dikeluarkan tersebut meskipun mempunyai uang tunai cukup.

Pasti banyak orang berpikir, kenapa kartu kredit yang dipilih? Mari kita cermati apa yang mereka pikirkan. Dalam sudut pandang mereka, kejadian kecelakaan tersebut adalah kejadian incidental. Di lain pihak, orang tersebut telah merencanakan sesuatu atas tabungan yang mereka miliki bahkan mungkin untuk kepentingan prioritas, sehingga mereka merasa sayang untuk mempergunakan uang tabungan. Karena itu, mereka berpikir bagaimana caranya mengulur waktu untuk membayar tagihan. Yaitu dengan cara membayar secara cicilan dengan kartu kredit. Karena tagihan masih akan datang bulan berikutnya, maka masih ada waktu untuk memutar otak untuk mencari uang tambahan untuk membayar.

Begitu juga untuk pembayaran tagihan-tagihan rumah, seperti tagihan telefon, air, listrik. Pada jaman serba canggih saat ini, lebih banyak orang menggunakan kartu kredit untuk membayar. Mereka mempunyai alasan lebih baik uang tunai yang dimiliki digunakan untuk berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan. Sehingga meskipun bulan depan harus membayar tagihan plus bunga. Tetap ada anggaran untuk membayar.

Namun kondisi diatas tidak dapat serta merta dilakukan tanpa dasar. Dasar tersebut adalah sebuah asumsi. Yaitu pendapatan investasi yang diterima nantinya harus lebih besar dari jumlah tagihan yang dibayar. Dengan kalkulasi sederhana: anda mempunyai investasi 10 juta. Anda berinvetasi dengan mendepositokan ke bank yang memberikan bunga 10% pertahun atau 0.83% perbulan. Dengan demikian anda akan mendapatkan pendapatan investasi sebesar 830 ribu per bulan. Maka tagihan yang akan anda bayarkan dengan kartu kredit, idealnya tidak melebihi 830 ribu. Jika lebih dari itu maka tagihan harus tetap lebih menguntungkan dibayar secara tunai karena tidak ada bunga yag dibebankan.

Kartu kredit masih dapat dikatakan menjadi penyelamat. Bagi anda yang mempunyai pasangan atau anak, tentu masing-masing mempunyai aktivitas yang kadangkalah tidak dapat bersamaan. Dalam aktivitas tersebut kadangkala ada kebutuhan yang menggunakan dana. Kenapa kartu kredit dapat menjadi solusi? Banyak bank yang memberikan fasilitas kartu induk dengan bonus kartu anak bagi para pemegang kartu kredit.

Yang dimaksud dengan kartu anak ini, tidak melulu harus diatasnamakan anak. Baik anda yang masih lajang, fasilitas bonus ini tetap akan diberikan. Apabila kemudian fasilitas ini diberikan kepada pasangan, bagi anda yang sudah memiliki pasangan. Tentu hal tersebut akan menjadikan semua urusan mudah. Misalnya dengan membagi, kartu induk digunakan untuk pengeluaran yang sifatnya incidental sedankan kartu anak dipergunakan untuk pengeluaran yang sifatnya rutin. Karena biasanya kartu induk mempunyai limit atau batas yang lebih besar dibandingkan kartu anak.

Tambahkan Komentar

Post Navigation